SEMARANG, KOMPAS.com - Universitas Diponegoro Semarang
mematok perkuliahan tentang pendidikan karakter kepada mahasiswa
setidaknya 10 jam pembelajaran pada setiap semesternya.
"Setiap
program studi diwajibkan memberikan materi pendidikan karakter sebanyak
10 jam/semester. Sementara ini dirintis untuk mahasiswa baru," kata
Pembantu Rektor III Undip Warsito di Semarang, Rabu (14/8/2013).
Menurut
dia, pemberian materi pendidikan karakter tersebut tidak sebatas
diberikan melalui pembelajaran tatap muka, tetapi yang terpenting
ditanamkan melalui pembiasaan-pembiasan dan peneladanan.
Ia
menjelaskan bahwa para mahasiswa baru pada awal-awal masuk kuliah harus
mengikuti semacam pembekalan pendidikan karakter selama tiga hari
setelah mahasiswa menjalani masa orientasi.
"Mahasiswa baru Undip
mulai masuk pada tanggal 26 Agustus 2013. Selama tiga hari pertama ikut
orientasi yang berkaitan dengan akademik. Pada tanggal 29-31 Agustus
2013 dilanjutkan pembekalan pendidikan karakter," katanya.
Meski
sudah diberikan pembekalan pendidikan karakter pada awal masuk kuliah
selama tiga hari, dia mengaku tidak lantas penanaman pendidikan karakter
terhenti, tetapi harus diberikan secara berkelanjutan.
"Setidaknya
harus ada ’assessment’ secara rutin untuk memantau perilaku keseharian
mahasiswa di kampus, misalnya bagaimana menghormati dosen, kawannya,
membuang sampah sembarangan atau tidak," katanya.
Oleh karena
itu, kata dia, pemberian materi pendidikan karakter lanjutan diserahkan
kepada masing-masing program studi yang sehari-harinya lebih mengetahui
mahasiswanya dengan beban minimal 10 jam pembelajaran/semester.
"Ya,
tidak mesti harus diberikan lewat pembelajaran di kelas. Bisa dilakukan
di luar kelas, seperti lewat pembiasaan. Dosen harus memberikan
keteladanan yang baik atas perilakunya terhadap mahasiswa," katanya.
Nilai-nilai
perjuangan Pangeran Diponegoro, yakni berani, jujur, dan peduli, kata
Warsito, harus ditanamkan kepada setiap mahasiswa Undip, kemudian nilai
positif lainnya, seperti kepemimpinan dan kewirausahaan